Jingga di tepi Subuh
- Cerpen Tengku Marni Adriyah
Pulanglah kekasih. Tapi ingat, jangan hanya ketika bintang bertamu. Pulanglah sekali-sekali
Subuh baru sampai. Matahari saja masih ketinggalan di ujung barat. Perempuan itu bergegas membuka pintu. Azan memanggilnya di beranda. Ia berharap, selesai salat, Ben sudah sampai.
Selesai tilawah, ia buka semua jendela. Ben belum juga tiba, ia mungkin agak telat. Diseduhnya kopi, manis agak pahit. Ia tersenyum. Seperti kisah hidupku. Masih ada waktu, Ben pasti senang. Kalau ia pulang, di atas meja makan ada segelas kopi dan sepiring nasi goreng dibungkus telur dadar. Nasi goreng demam, julukan Ben. Lalu ia pasti akan berkata, kau adalah sosok yang diidamkan semua lelaki.
lebih lengkapnya lihat di : http://pipilangit.blogspot.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen aja dah, asal sopan