Halaman

Minggu, 10 Februari 2013

puisi Ilham Pribadi-Harian Analisa


Angin menyeretku pada rindu
mengiring setiap anganku yang lahir
pada jasadku yang terpaku
menatap laut yang memantulkan wajahmu
selaksa mimpi tapi nyata
pada setiap gelombang nafas
menghempaskan bahtera
terdampar pada pantai rindu
angin semakin keras menyeret anganku
ketika ku coba menelusuri pantai
mencari mutiara rindu darimu
yang kau kirim melalui bintang
Medan, Agustus 2003
AKU HANYA BERSANDIWARA

Untuk para durjana
kuajak kau bernyanyi
kuajak kau menari
bersama iblis betina
berpesta ria
aku terus menghiburmu
hingga kau lelah
hingga kau berkeringat
memang aku penjilat
karena terus menghiburmu
hingga kau lelah hingga kau berkeringat
Medan, 2003

HARAPAN

Akankah ku kais tanah
tuk temukan sebutir harapan
sementara cacing-cacing kelaparan

akankah ku peras kayu
tuk temukan sebutir air
sementara akar-akar kekeringan

apakah semua harapan telah terkubur
sementara bumi telah membatu kini
Medan, oktober 2004

TAPAK LANGIT

Jalanku menapaki langit
darah kaki membasahi awan
terus mendaki setiap gumpalannya
jatuh tersungkur, namun
aku masih bisa merangkak
dimanakah-Dia?
Medan, Oktober 2003

sumber : http://www.analisadaily.com/news/read/2011/10/05/15848/berlayar_di_laut_rindu/#.URcWWaB8EiE

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komen aja dah, asal sopan