Angin menyeretku pada rindu
mengiring setiap anganku yang lahir
pada jasadku yang terpaku
menatap laut yang memantulkan wajahmu
selaksa mimpi tapi nyata
pada setiap gelombang nafas
menghempaskan bahtera
terdampar pada pantai rindu
angin semakin keras menyeret anganku
ketika ku coba menelusuri pantai
mencari mutiara rindu darimu
yang kau kirim melalui bintang
Medan, Agustus 2003
Untuk para durjana
kuajak kau bernyanyi
kuajak kau menari
bersama iblis betina
berpesta ria
aku terus menghiburmu
hingga kau lelah
hingga kau berkeringat
memang aku penjilat
karena terus menghiburmu
hingga kau lelah hingga kau berkeringat
Medan, 2003
HARAPAN
Akankah ku kais tanah
tuk temukan sebutir harapan
sementara cacing-cacing kelaparan
akankah ku peras kayu
tuk temukan sebutir air
sementara akar-akar kekeringan
apakah semua harapan telah terkubur
sementara bumi telah membatu kini
Medan, oktober 2004
TAPAK LANGIT
Jalanku menapaki langit
darah kaki membasahi awan
terus mendaki setiap gumpalannya
jatuh tersungkur, namun
aku masih bisa merangkak
dimanakah-Dia?
Medan, Oktober 2003
sumber : http://www.analisadaily.com/news/read/2011/10/05/15848/berlayar_di_laut_rindu/#.URcWWaB8EiE
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen aja dah, asal sopan